ok2

Ditulis oleh Melza Diana, S.E., M.M. on . Dilihat: 115

PERLINDUNGAN HUKUM KONTRAK DALAM
PERSPEKTIF HUKUM KONTRAK KONTEMPORER

Oleh : M. Natsir Asnawi, S.H.I., M.H.
Pengadilan Agama Banjarbaru
Jalan Trikora No.4 Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Abstrak

Doktrin hukum pada prinsipnya terbagi atas dua, yaitu doktrin klasik dan doktrin kontemporer. Doktrin hukum kontrak klasik menekankan pada aspek kepastian hukum. Aspek ini tergambar dari penekanannya bahwa setiap pernyataan kehendak harus dituangkan dalam kontrak yang ditandatangani para pihak agar memiliki kekuatan mengikat. Doktrin klasik membedakan secara tegas wanprestasi dan perbuatan melawan hukum. Tuntutan atas pelanggaran kontrak harus dengan dasar wanprestasi, bukan perbuatan melawan hukum. Sebaliknya, doktrin kontemporer lebih menekankan pada aspek keadilan dan kepatutan. Doktrin kontemporer mengenal kontrak sebagai konstruksi yang terdiri atas tahap pracontractual, contractual, dan postcontractual. Karenanya, doktrin kontemporer menganggap janji-janji pra kontrak memiliki akibat hukum tertentu, hal mana berbeda dengan doktrin klasik yang tidak mengakui adanya akibat hukum pra kontrak. Doktrin kontemporer juga tidak lagi membedakan secara tegas wanprestasi dan perbuatan melawan hukum sebagai dasar gugatan pelanggaran kontrak karena wanprestasi pada prinsipnya merupakan speciļ¬c genus dari perbuatan melawan hukum.

Kata kunci: doktrin hukum, hukum kontrak, pra kontrak, keadilan

Selengkapnya KLIK DISINI