ok2

Ditulis oleh Admin on . Dilihat: 140

Peninjauan Kembali

Prosedur Pengajuan Perkara Peninjauan Kembali adalah sebagai berikut :

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon Peninjauan Kembali :

1. Mengajukan Permohonan PK kepada Mahkamah Agung secara tertulis atau lisan melalui Pengadilan
    Agama/Mahkamah Syari'ah;

2. Pangajuan PK dalam tenggang waktu 180 hari sesudah penetapan/putusan pengadilan mempunyai
    kekuatan hukum tetap atau sejak diketemukan bukti adanya kebohonga/bukti baru, dan bila alasan
    Pemohon PK berdasarkan bukti baru (novum), maka bukti baru tersebut dinyatakan di bawah
   
sumpah dan disahkan oleh pejabat yang berwenang (pasal 69 UU No. 14 Th. 1945 yang telah
   
diubah dengan UU No. 5 Th. 2004);

3. Membayar biaya perkara PK (pasal 70 UU No. 14 Th. 1985 yang telah diubah dengan UU No. 45
   
Th. 2004, pasal 89 dan 90 UU No. 70 Th. 1989 yang telah diubah dengan UU No. 3 Th. 2006);

4. Panitera pengadilan tingkat pertama memberitahukan dan menyampaikan salinan memori PK
   
kepada pihak lawan dalam tenggang waktu selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari;

5. Pihak lawan berhak mengajukan surat jawaban terhadap memori PK dalam tenggang waktu
   
30 (tiga puluh) hari setelah tanggal diterimanya salinan permohonan PK;

6. Panitera pengadilan tingkat pertama mengirimkan berkas PK ke MA selambat-lambatnya dalam
    tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari;

7. Panitera MA menyampaikan salinan putusan PK kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syari'ah;

8. Pengadilan Agama/Mahkamah Syari'ah menyampaikan salinan putusan PK kepada para pihak
    selambat-lambatnya dalam tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari;

9. Setelah putusan disampaikan kepada para pihak maka Panitera :
     a. Untuk perkara cerai talak :
         1)  Memberitahukan tentang Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dengan memanggil
             
Pemohon dan Termohon;

         2)  Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari;

     b. Untuk perkara cerai gugat :
         1) Memberikan Akta Cerai sebagai surat bukti cerai selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh)
              hari.


Proses Penyelesaian Perkara

1. Permohonan PK diteliti kelengkapan berkasnya oleh Mahkamah Agung, kemudian dicatat dan diberi
    nomor register perkara PK;

2. Mahkamah Agung memberitahukan kepada Pemohon dan Termohon PK bahwa perkaranya telah
    diregistrasi;

3. Ketua Mahkamah Agung menetapkan tim dan selanjutnya ketua tim menetapkan Majelis Hakim
    A
gung yang akan memeriksa perkara PK;

4. Penyerahan berkas perkara oleh asisten koordinator (Askor) kepada Panitera Pengaanti yang
    menangani perkara PK tersebut;

5. Panitera Pengganti mendistribusikan berkas perkara ke Majelis Hakim Agung masing-masing
   
(pembaca 1, 2 dan pembaca 3) untuk diberi pendapat;

6. Majelis Hakim Agung memutus perkara;

7. Mahkamah Agung mengirimkan salinan putusan kepada para pihak melalui Pengadilan Tingkat
    Pertama yang menerima permohonan PK.


Motto

MOTO PAGDT edit