ok2

Ditulis oleh Admin on . Dilihat: 108

KODE ETIK PANITERA DAN JURUSITA
KETENTUAN UMUM
Pengertian
PASAL 1

    1. Yang dimaksud dengan kode etik Panitera dan Jurusita ialah aturan tertulis yang wajib
        dipedomani oleh setiap Panitera dan
Jurusita dalam melaksanakan tugas peradilan.
    2. Yang dimaksud dengan Panitera ialah Panitera, Kepala Panitera Militer, Wakil Panitera, Panitera
        Muda dan Panitera Pengganti
pada Mahkamah Agung Rl dan Pengadilan tingkat banding dan
        Pengadilan tingkat pertama dari 4 (empat) lingkungan
peradilan dibawah Mahkamah Agung Rl
        yaitu Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan
Militer.
    3. Yang dimaksud dengan Jurusita ialah Jurusita dan Jurusita Pengganti yang diangkat untuk
        melaksanakan tugas kejurusitaan pada Pengadilan tingkat pertama dibawah Mahkamah Agung Rl
        yaitu Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama dan Pengadilan Tata Usaha Negara.
    4. Azas Peradilan yang baik ialah prinsip-prinsip yang wajib di junjung tinggi oleh Panitera dan
        Jurusita dalam melaksanakan tugasnya untuk mewujudkan peradilan yang mandiri sesuai
        ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.
    5. Organisasi IPASPI adalah Organisasi Ikatan Panitera Sekretaris Pengadilan Indonesia
    6. Panitera dan Jurusita berada di bawah organisasi IPASPI.

MAKSUD DAN TUJUAN
PASAL 2

Kode etik Panitera dan Jurusita ini dibuat untuk menjaga kehormatan, keluhuran martabat atau harga diri yang mulia sebagaimana layaknya seorang Panitera dan Jurusita   yang memberikan pelayanan prima dan adil kepada masyarakat pencari keadilan tanpa membeda-bedakannya berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA
DALAM MELAKSANAKAN TUGAS
PASAL 3

     1. Panitera dan Jurusita wajib melayani masyarakat pencari keadilan dengan pelayanan yang prima
         yaitu dengan sopan, teliti, dan sungguh-sungguh serta tidak membeda-bedakan berdasarkan
         status sosial, golongan dan menjaga serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat pencari
         keadilan.
     2. Panitera wajib menjaga kewibawaan dalam persidangan.
     3.
Panitera dan Jurusita dalam melaksanakan tugasnya wajib bersikap sopan dan santun serta
         tidak melakukan perbuatan tercela.
     4.
Panitera dan Jurusita dilarang memberikan kesan memihak kepada salah satu pihak yang
         berperkara atau kuasanya termasuk Penuntut Umum dan saksi sehingga seolah-olah berada
         dalam posisi istimewa.
     5.
Panitera dilarang membocorkan hasil musyawarah/konsep putusan kepada siapapun.
     6.
Jurusita dilarang mewakilkan kepada siapapun penyampaian relaas panggilan maupun
         pemberitahuan.

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA DALAM PERSIDANGAN
PASAL 4

     1. Panitera wajib berpakaian rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan duduk dengan sopan
         dalam mengikuti sidang pemeriksaan perkara.
     2.
Panitera wajib adil dan tidak membeda-bedakan para pihak dalam memanggil ke dalam ruang
         persidangan.
     3.
Panitera dilarang mengaktifkan hand phone/telepon selular selama persidangan berlangsung.
         (jo. Pasal 3 ayat 2)
     4.
Panitera dilarang mengantuk/tidur selama persidangan berlangsung. (jo. Pasal 3 ayat 2)

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA Dl LUAR PERSIDANGAN
PASAL 5

     1. Panitera dan Jurusita dilarang menjadi penasehat hukum baik langsung atau tidak langsung
         kecuali diatur dalam Undang-Undang. (jo. Pasal 36 UU No. 49 Tahun 2009)
     2. Panitera dan Jurusita dilarang menjadi penghubung dan membehkan akses antara pihak
         berperkara atau kuasanya dengan Pimpinan Pengadilan atau Majelis Hakim.
     3.
Panitera dilarang membawa berkas perkara ke luar kantor kecuali atas izin Ketua Pengadilan
         /Ketua Majelis.
     4.
Panitera dan Jurusita dilarang memasuki tempat perjudian, tempat minuman yang
         memabukkan dan tempat prostitusi kecuali dalam melaksanakan tugas.

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA DALAM KEDINASAN
PASAL 6

     1. Panitera dan Jurusita wajib mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat daripada
         kepentingan pribadi atau golongan.
     2.
Panitera dan Jurusita wajib mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta memegang
         teguh rahasia negara dan rahasia jabatan sesuai dengan sumpah jabatannya.
     3.
Panitera sebagai Pimpinan Kepaniteraan Pengadilan, didalam menjalankan tugasnya wajib 
         memiliki kepribadian terpuji, bijaksana, berilmu, sabar, tegas, disiplin, penuh pengabdian,
         dan rela berkorban demi peiaksanaan tugas.
    4. 
Demi terpeliharanya kemantapan dan kelancaran peiaksanaan tugas serta untuk menegakkan
         citra yang baik dalam tugas pelayanan, Panitera dan Jurusita wajib mentaati dan meningkatkan
         3 (tiga) tertib yaitu:

             a. Tertib Administrasi
            
b. Tertib Perkantoran
            
c. Tertib Jam Kerja

SIKAP TERHADAP SESAMA
PASAL 7

     1. Panitera dan Jurusita wajib memelihara dan memupuk hubungan kerjasama yang  baik  antara  
         sesama   pejabat  kepaniteraan  dan   pejabat  peradilan lainnya.
     2. Panitera dan Jurusita wajib memiliki rasa setia kawan, tenggang rasa dan saling menghargai
         antara sesama pejabat peradilan.
    3. 
Panitera dan Jurusita wajib memelihara, membina kesatuan dan persatuan sesama aparat
         peradilan, berjiwa kesatria dan bertanggung jawab.

SIKAP TERHADAP BAWAHAN
PASAL 8

    1. Panitera   wajib   memiliki   sifat  kepemimpinan,   memberikan   keteladanan dengan
        lugas dan dilandasi oleh sikap kekeluargaan.
    2. Panitera wajib membina/membimbing bawahan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan.

SIKAP PANITERA DAN JURUSITA Dl LUAR KEDINASAN
PASAL 9

    1. Panitera dan Jurusita wajib menjaga kerukunan, keharmonisan dan keutuhan rumah tangga.
    2. Panitera dan Jurusita wajib memiliki rasa tanggung jawab terhadap keluarga.

SANKSI
PASAL 10

    1. Kode Etik ini mengikat secara hukum kepada Panitera dan Jurusita di lingkungan Mahkamah
        Agung Rl dan 4 (empat) lingkungan peradilan di bawahnya dan pelanggaran terhadap kode
        etik ini dapat dijatuhi hukuman disiplin sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.
    2.
Panitera dan Jurusita yang akan dijatuhi hukuman pemberhentian dengan hormat atau
        tidak dengan hormat dari pegawai negeri sipil terlebih dahulu diberi hak membela diri
        dihadapan Majelis Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita.

DEWAN KEHORMATAN PANITERA DAN JURUSITA
PASAL 11

Susunan Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita terdiri dari 5 (lima) orang yaitu:

1. 1 (satu) orang Pejabat dari Direktorat Jenderal yang bersangkutan.
2. 1 (satu) orang Pejabat dari Kepaniteraan Mahkamah Agung Rl.
3. 2 (dua) orang Pengurus IPASPI Pusat.
4. 1 (satu) orang Pengurus IPASPI Daerah.

TUGAS DAN WEWENANG DEWAN KEHORMATAN
PASAL 12

1.   Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita mempunyai tugas :

a. Mempelajari hasil pemeriksaan yang bersangkutan yang tertuang dalam Berita Acara
    Pemeriksaan.

b. Mendengar dan memperhatikan pembelaan  atas  diri  Panitera dan Jurusita yang akan
    dijatuhi hukuman.

2.   Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita berwenang:

a. Memanggil   Panitera  dan Jurusita untuk didengar keterangannya sehubungan adanya
    saran tindak lanjut untuk dijatuhi hukuman.

b. Memberikan rekomendasi kepada pejabat yang berwenang berdasarkan hasil sidang majelis
    kehormatan Panitera dan Jurusita.

PENUTUP
PASAL 13

Kode Etik ini dinyatakan sah dan mengikat kepada seluruh Panitera dan Jurusita pada Mahkamah Agung Rl dan 4 (empat) lingkungan peradilan di bawahnya terhitung mulai tanggal ditandatangani oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Jakarta, 25 Juli 2013

KETUA MAHKAMAH AGUNG
REPUBLIK INDONESIA


DR. H. M. HATTA ALI, SH. MH.

Motto

MOTO PAGDT edit