ok2

Ditulis oleh Admin on . Dilihat: 75

Kode Etik Pegawai MA

ATURAN PERILAKU PEGAWAI MAHKAMAH AGUNG

TUJUAN

Aturan Perilaku Pegawai Mahkamah Agung bertujuan untuk menjaga citra dan kredibilitas Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada dibawahnya melalui penciptaan tata kerja yang jujur dan transparan sehingga dapat mendorong peningkatan kinerja serta keharmonisan hubungan antar pribadi baik di dalam maupun diluar lingkungan Mahkamah Agung

NILAI-NILAI DASAR ATURAN PERILAKU PEGAWAI MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

• Transparansi

• Akuntabilitas

• Kemandirian

• Integritas

• Profesionalisme

• Religiusitas

KEWAJIBAN

1. Mentaati segala peraturan perundang-undangan dan peraturan kedinasan yang berlaku khususnya
    yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada
    dibawahnya;

2. Bekerja dengan jujur, tertib, cermat, bersemangat dan bertanggung jawab;
3. Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada stakeholders Mahkamah Agung menurut
    bidang tugas masing-masing;

4. Mengamankan keuangan Negara dengan prinsip efesiensi dan efektifitas dengan melaksanakan
    penganggaran;

5. Mentaati ketentuan jam kerja;
6. Berpakaian rapi dan sopan;

7. Bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap sesama pegawai dan atasan;
8. Menindaklanjuti setiap pengaduan dan/atau dugaan pelanggaran Aturan Perilaku;
9. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik;

10. Menjaga nama baik Korps Pegawai dan Institusi Mahkamah Agung.

LARANGAN

1. Melakukan perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme;
2. Melakukan tindakan yang dapat berakibat merugikan stakeholders Mahkamah Agung;
3. Menjadi simpatisan atau anggota atau pengurus partai politik;

4. Melakukan kegiatan yang mengakibatkan pertentangan kepentingan (confict of interest);
5. Melakukan penyimpangan prosedur dan/atau menerima hadiah atau imbalan dalam bentuk
    apapun dari pihak manapun yang diketahui atau patut diduga bahwa pemberian itu itu
    bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan pegawai/pejabat
    yang bersangkutan;

6. Memanfaatkan barang-barang, uang atau surat-surat berharga milik negara tidak sesuai
    dengan peruntukannya;

7. Membuat, mengkonsumsi, memperdagangkan dan atau mendistribusikan segala bentuk narkotika
    dan minuman keras dan atau obat-obatan psikotropika dan atau barang terlarang lainnya secara
    ilegal;

8. Melakukan perbuatan asusila dan berjudi;
9. Memanfaatkan rahasia negara dan/atau rahasia jabatan untuk kepentingan pribadi, golongan atau
    pihak lain;

SANKSI

a. SANKSI MORAL berupa permohonan maaf secara lisan dan/atau tertulis atau pernyataan
   penyesalan; dan/atau

b. HUKUMAN DISIPLIN berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 dalam hal terjadi
    pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Motto

MOTO PAGDT edit